Cara Mengidentifikasi Port USB Komputer Bagian 1

Cara Mengidentifikasi Port USB Komputer Bagian 1

Cara Mengidentifikasi Port USB Komputer Bagian 1 – Singkatan dari “Universal Serial Bus”. USB adalah jenis port komputer yang paling umum digunakan di komputer saat ini. Ini dapat digunakan untuk menghubungkan keyboard, mouse, pengontrol game, printer, pemindai, kamera digital, dan drive media yang dapat dilepas, hanya untuk beberapa nama. Dengan bantuan beberapa hub USB, Anda dapat menghubungkan hingga 127 periferal ke satu port USB dan menggunakannya sekaligus (meskipun itu akan membutuhkan sedikit ketangkasan).

Cara Mengidentifikasi Port USB di Komputer Anda

Panduan Anda untuk Mengidentifikasi Port USB di Komputer Anda

Langkah 1: Ketahui Seperti Apa Port USB

Ada dua jenis port USB yang disertakan di komputer saat ini. http://tembakikan.sg-host.com/

USB – A — Jenis pertama dan paling umum adalah port standar berbentuk persegi panjang (umumnya dikenal sebagai USB-A). Mereka biasanya ditemukan di desktop dan laptop berukuran lebih besar.

USB Type-C — Tipe lainnya adalah port Type-C berbentuk oval. Karena ukurannya yang lebih kecil, mereka biasanya disertakan dalam laptop yang lebih ramping seperti MacBook terbaru dan seri Dell XPS.

Langkah 2: Ketahui Jenis Port USB

USB telah memiliki banyak iterasi sejak diluncurkan pada tahun 1995. Perbedaan utama antara berbagai versi USB adalah kecepatan transfer dan jumlah daya yang dapat mereka suplai.

Definisi kecepatan transfer: Kecepatan transfer adalah kecepatan maksimum di mana perangkat USB dapat mentransfer data dari satu ujung ke ujung lainnya.

Berikut adalah jenis port USB saat ini yang sedang digunakan dan kecepatan transfernya:

1.0 (1995): 1,5 Megabit/detik (Mbps)

1.1 (1995): 12 Mbps

2.0 (2000): 480 Mbps

3.0 (2008): 4,8 Gigabit/detik (Gbps)

3.1 (2013): 10 Gbps

Port USB 2.0 bersifat uni-directional, yang berarti hanya dapat mengirim atau menerima data, tetapi tidak dapat keduanya. USB 3.0 memperbarui standar ini dan memungkinkan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan.

Perbedaan lain antara versi yang berbeda adalah jumlah daya yang dapat mereka berikan. USB 2.0 mampu memberikan daya hingga 500mA, sedangkan 3.0 dapat memberikan hingga 900mA.

Artinya, semakin baru port, semakin banyak energi yang dapat dibawa ke perangkat yang terhubung. Perangkat yang relevan adalah hard drive eksternal, karena port 3.0 tidak lagi memerlukan hard drive untuk memiliki catu daya sendiri.

Konektor USB Tipe-C, juga berdasarkan standar 3.1, dapat mendukung daya hingga 100 watt. Ini memungkinkan kabel Tipe-C untuk mengisi daya baterai laptop, dan bukan hanya ponsel dan tablet.

Perangkat Tipe-C juga mendukung input dan output video. Dengan port Tipe-C, tidak perlu port tampilan video khusus seperti HDMI dan DisplayPort.

Langkah 3: Periksa Label di Perangkat Anda

Produsen terkadang memberi label port dengan jenis port USB apa. Periksa label pada port Anda yang ditandai sebagai 1.0, 1.1, 2.0, 3.0, atau 3.1.

Nomor versi menentukan seberapa cepat perangkat USB dapat mentransfer file. Port USB hanya dengan simbol USB berlabel biasanya adalah port USB 2.0.

Jika port USB memiliki “SS” (atau “SuperSpeed”) pada labelnya, itu adalah port USB 3.0. Jika “SS 10”, itu adalah port USB 3.1.

Port USB dengan simbol petir pada label menunjukkan port yang “Selalu Aktif”. Ini berarti Anda dapat menghubungkan perangkat untuk mengisi daya perangkat Anda meskipun perangkat utama dimatikan (asalkan terhubung ke sumber yang lebih rendah).

Port USB ini juga dapat memberikan lebih banyak daya daripada port lain, yang memungkinkan perangkat diisi lebih cepat.

Share